
PSYCHOLOGY AND RESILIENT
Melihat, memilah dan mengamati suatu masalah dengan elegan
oleh: zen
Janganlah kau jadi orang keras,
Karena kau akan mudah dipatahkan.
Janganlah kau jadi orang lemah,
Karena kau akan mudah dihancurkan.
Lalu apa..?
Abstraksi:
Ketika kita melihat perjalanan sejarah ilmu perkembangan, setidaknya tercatat beberapa teori besar tentang perkembangan telah dapat membawa pengikut yang cukup fanatic tentang adanya perkembangan manusia ini, banyak sekali perbedaan pendapat tentang adanya factor-faktor yang mempengaruhi dan menentukan perkembangan manusia baik segi fisik maupun segi psikologik. Teori-teori tersebut antara lain:
Teori nativisme, menyebutkan bahwa dasar atau watak manusia diatur dan ditentukan oleh alam semesta pada saat lahir, factor-faktor nativus (keturunan) yang merupakan factor bawaan yang dibawa oleh individu sejak ia lahir, sehingga nasib pun bisa kita atur dengan adanya teori ini, kurang lebih seperti itulah yang dikemukakan oleh Schopenhauer.
Teori Empirisme, John Locke menyatkan bahwa perkembangan seorang individu akan ditentukan oleh lingkungan atau pengalaman-pengalaman yang diperoleh individu selama menjalani kehidupanya. Bila disimpulkan pendidikanlah yang akan membawa nasib manusia untuk ke depanya.
Teori konvergensi ,William stearn meyatakan bahwa perkembangan seorang individu tidak hanya di tentukan oleh nativisme dan empirisme saja melainkan ke dua factor tersebut yang saling berkaitan(mempengaruhi)
Terlepas dari pengertian toeri ini, paling tidak teori-teori ini saling bertentangan antara satu dengan yang lain. Teori nativisme sangat menitikberatkan bahwa proses perkembangan individu ditentukan oleh segi keturunan atau pembawaan saat individu itu lahir, sebaliknya teori empirisme sangat menitikberatkan empirisme (lingkungan), keduanya merupakan teori yang sangat berentangan. Namun ada teori yang mempersatukan kedua aliran tersebut.
Dari contoh diatas, kita boleh dan sah-sah saja percaya dengan adanya teori-teori diatas, kitapun juga boleh memilih teori mana yang bisa kita jadikan pandangan atau dasar hidup kita, baik teori nativis,empirisme atau konvergensi karena teori-teori tersebut cukup banyak bukti yang menandakan kebenaran dari teori-teori itu..
Lalu pertanyaanya "apakah teori-teori ini cukup untuk dapat menjadi dasar keyakinan untuk membawa hidup kita lebih nyaman..?" "bukankah pada dasarnya salah satu kebutuhan manusia adalah need of free of failure (bebas dari kesengsaraan).?"
Terlepas dari perdebatan yang panjang guna untuk menentukan apa yang mempengaruhi manusia, kita juga harus pandai-pandai dalam melihat tentang bukti-bukti yang tidak mendukung dari teori-teori di atas.
Sering juga kita menjumpai beberapa orang yang masih terlalu fanatic terhadap salah satu pendapat dari teori perkembangan tersebut, seperti halnya Palmistry, Zodiak, fisiognomi, dll.tanpa adanya melihat teori yang satunya.
PENTINGNYA FLEXIBELITAS
Pada dasarnya Psikologi menganjurkan kita untuk meyakini sepenuh hati dari beberapa hal yang kita buat sebagai patokan dalam hidup agar hdup ini menjadi penuh kesenangan dan kebahagiaan. Dan kita dituntut untuk selalu se-flexible (resilient) mungkin agar dapat melihat, memilah dan memilih dari suatu pandangan hidup yang akan kita isi ke alam bawah sadar kita.?
Contoh kecilnya, Jika kita hanya terpaku pada salah satu dari masalah yang ada maka kita dengan sendirinya akan kehilangan energi guna untuk meratapi masalah yang terjadi, jika ini terus berlanjut maka kita bisa saja depresi bahkan sampai yang lebih fatal, kita bisa "GILA".
Melihat, memilah, dan mengamati dari salah satu yang ada, bukanlah sebuah solusi satu-satunya yang bisa dicapai oleh tiap individu. Masih banyak penyelesaian yang asertif yang bisa kita gunakan, guna untuk kita lihat dan kritisi dari berbagai pandangan agar energi kita tidak habis untuk memikirkan masalah atau kejadian yang ada. Jika terus berlanjut hanya untuk berlama-lama meratapi masalah tanpa adanya pkiran jernih, maka sesungguhnya kita sedang menghabiskan energi untuk melihat dengan sebelah mata suatu masalah dan hanya memperbesar masalah untuk hanyut kedalam masalah itu. Arah pikiran kita selalu mengikuti apa yang kita fokuskan saat itu, jika kita bisa melihat dua posisi yang ditawarkan kenapa kita harus memilih salah satu..?
Riset menunjukkan, dengan bertambahnya control dan kesiapan, kita akan semakin fleksibel (resilient). Maksudnya, semakin luwes dalam beradaptasi dengan suatu situasi yang menantang. Mengembalikan diri dari posisi yang netral merupakan inti dari ajaran psikologi.
Kebanyakan dari contoh problema-problema kehidupan yang dialami seseorang mereka terjebak dalam suatu pikiran yang sempit, sehingga dirinya seakan-akan tidak punya pilihan untuk bertindak dan memilih dengan tepat.seolah-olah tidak ada pilihan dan hanya kemungkinan reaksi saja.
Berdasarkan apa yang sudah saya pahami (dan masih banyak yang harus saya pahami) bahwa psikologi telah mengajarkan kepada kita untuk mengharmonisasi suatu problema dalam hidup dengan attitude "behavior flexibility".
0 komentar:
Posting Komentar
salam senang selalu